This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 04 Desember 2016

membuat gambar dekoratif

membuat gambar dekoratif
 
Pada kesempatan ini akan kami sampaikan tentang cara menggambar dekoratif. Sebelumnya apakah sudah mengetagui gambar dekoratif? Gambar dekoratif adalah gambar yang bercorak dekor. Gambar dekor tidak menampakan isi, jarak, perspektif, dan tidak menyerupai bentuk yang sebenarnya. Gambar dekor tampak pipih, dan datar. Gambar dekor sering dipakai sebagai penghias bidang datar. Namun seiring perkembangan gambar dekor tidak sebatas penghias namun juga berfungsi sebagai karya seni itu sendiri.
Biasanya gambar dekor sering kita jumpai pada gambar dinding, hiasan keramik, motif batik, bordir dan juga sulaman. Disamping itu gambar dekoratif juga banyak dilihat pada kartu undanga, kartu lebaran.
Bayak orang menyukai gambar dekoratif sebagai elemen keindahan pada tempat hunian mereka. Karena sifat gambar dekoratif yang sederhana namun dapat memunculkan kesan menyatu terhadap suasana tempat. Disamping itu gambar dekoratif saat ini banyak bentuk dan motif yang bervariasi . Berbeda dengan gambar dekoratif tradisional.
Belajar menggambar dekoratif sangat mudah. Untuk itu kami tuliskan lima materi mebuat gambar dekoratif, yaitu
1. Dasar membuat gambar dekoratif
2. Membuat motif gambar dekoratif
motif gambar dekoratif berdasarkan bentuknya, yaitu 
a. Motif geometris
Motif geometris adalah motif gambar dekor yang dibentuk secara seimbang, antara bagian kanan dan bagian kiri, antara bagian atas dan bagian bawah. Gambar motif geometris biasanya dibuat dengan bantuan seperti jangka, penggaris. 
b. Motif organis
Kebalikan dari motif geometris adalah motif organis, artinya gambar dekoratif yang dibentuk tanpa memperhatikan kesimetrisan, dan bentuknya bebas 
c. Motif alam benda
Gambar dekoratif dengan motif alam benda adalah gambar dekoratif yang dibentuk dari objek alam dan benda benda yang ada. 
d. Motif abstrak
Gambar dekoratif motif abstrak adalah gambar dekoratif yang dibuat secara bebas dan tidak didasarkan pada bentuk bentuk tertentu. 

3. Membuat variasi gambar dekoratif
Agar gambar dekoratif menjadi karya seni yang tinggi perlu diberikan berbagai variasi variasi yang akan membuat gambar dekoratif terkesan padu, menyeluruh dan kompleks. 
4. Pewarnaan gambar dekoratif
Gambar dekoratif pun dapat diberi warna warna sesuai kehendak. Namun karena gambar dekoratif merupakan gambar yang dibentuk dari tarikan garis, maka penggunaan warna harus dikontrol seperlunya saja. Karena ada gambar dekoratif yang akan nampak bagus jika tidak diberi warna. 
5. Membuat gambar dekoratif
Setelah mengetahui cara membuat gambar dekoratif, tentu hasilnya adalah sebuah karya dekoratif yang mempesona.

pola irama lagu bertanda birama tiga


pola irama lagu bertanda birama tiga
Tanda Birama atau disebut juga time signature adalah tanda untuk menentukan jumlah hitungan dan nilai setiap hitungan pada setiap birama.Tanda birama ditempatkan pada awal musik. berisi dua angka dimana angka yang satu diletakkan sebelum angka yang lainnya. Angka yang di atas menunjukkan jumlah ketukan pada setiap ruas birama. Angka yang di bawah merupakan satuan nilai not yang dijadikan patokan tempo, misalnya tanda birama 4/4 dapat kita artikan bahwa dalam satu birama terdapat 4 not 1/4. Untuk tanda birama 2/4 berarti  dalam satu birama terdapat 2 not seperempat dst.
Contoh Tanda Birama :
1. Birama 4/4
Tanda Birama 4/4 ialah birama yang paling umum digunakan di hampir setiap genre musik. Ini berarti setiap birama ada empat hitungan dan setiap hitungan bernilai seperempat atau empat not seperempat dalam setiap birama.

2. Birama 3/4
Tanda birama 3/4 berarti setiap birama ada tiga hitungan dan setiap hitungan bernilai seperempat atau ada tiga not seperempat dalam setiap birama. 
3. Birama 6/8
Tanda birama 6/8 berarti setiap birama ada enam hitungan dan setiap hitungan bernilai seperdelapan atau ada 6 not 1/8 yang menjadi patokan tempo.

4. Birama 2/4
Tanda birama 2/4  berarti setiap birama ada dua hitungan dan setiap hitungan bernilai seperempat atau ada dua not seperempat dalam setiap birama.


Berikut ini tanda garis birama, dalam bahasa inggris disebut barline


sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan


Matematika 5
 Standar Kompetensi:
1.    Melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar :
1.1 Melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk penggunaan sifat-sifatnya, pembulatan, dan penaksiran.
1. Melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah
A. Sifat-Sifat Pengerjaan Hitung pada
Bilangan Bulat
Sifat-sifat pengerjaan hitung pada bilangan bulat yang akan dipelajari sifat komutatif, asosiatif, dan distributif. Mungkin kamu pernah menggunakan sifat-sifat tersebut, tetapi belum tahu nama sifat-sifatnya. Sebenarnya seperti apa sifat-sifat itu?
Coba perhatikan penjelasan berikut.
1.Sifat Komutatif (Pertukaran)
a.Sifat komutatif pada penjumlahan
Andi mempunyai 5 kelereng berwarna merah dan 3
kelereng berwarna hitam. Budi mempunyai 3 kelereng berwarna merah dan 5 kelereng berwarna hitam. Samakah jumlah kelereng yang dimiliki Andi dan Budi?
Perhatikan gambar.
Ternyata jumlah kelereng Andi sama dengan jumlah kelereng Budi.
Jadi, 5 + 3 = 3 + 5.
Cara penjumlahan seperti ini menggunakan sifat komutatif.
Secara umum, sifat komutatif pada penjumlahan dapat ditulis sebagai berikut.
a + b = b + a
dengan a dan b sembarang bilangan bulat.
b. Sifat komutatif pada perkalian
Jumlah kelereng Andi dan Budi sama, yaitu 8 butir. Kelereng Andi dimasukkan ke empat kantong plastik. Setiap kantong berisi 2 butir.
Kelereng Budi dimasukkan ke dua kantong plastik. Setiap kantong berisi 4 butir.
Kelereng Andi dan Budi dapat ditulis sebagai berikut. Kelereng Andi = 2 + 2 + 2 + 2
= 4 × 2 = 8
Kelereng Budi = 4 + 4
= 2 × 4 = 8
Jadi, 4 × 2 = 2 × 4.
Cara perkalian seperti ini menggunakan sifat komutatif pada perkalian.
Secara umum, sifat komutatif pada perkalian dapat ditulis:
a × b = b × a
dengan a dan b sembarang bilangan bulat.
2. Sifat Asosiatif (Pengelompokan)
a. Sifat asosiatif pada penjumlahan
Andi mempunyai 2 kotak berisi kelereng. Kotak I
berisi 3 kelereng merah dan 2 kelereng hitam. Kotak
II berisi 4 kelereng putih. Budi juga mempunyai 2 kotak berisi kelereng. Kotak I berisi 3 kelereng merah. Kotak II berisi 2 kelereng hitam dan 4 kelereng putih.
Samakah jumlah kelereng yang dimiliki Andi dan
Budi?
Perhatikan gambar.
Ternyata jumlah kelereng yang dimiliki Andi sama dengan jumlah kelereng yang dimiliki Budi.
Jadi, (3 + 2) + 4 = 3 + (2 + 4).
Cara penjumlahan seperti ini menggunakan sifat asosiatif pada penjumlahan.
Secara umum, sifat asosiatif pada penjumlahan dapat ditulis:
(a + b) + c = a + (b + c)
dengan a, b, dan c sembarang bilangan bulat.
b. Sifat asosiatif pada perkalian
Andi mempunyai 2 kotak mainan. Setiap kotak diisi
3 bungkus kelereng. Setiap bungkus berisi
4 butir kelereng. Berapa jumlah kelereng Andi?
Ada dua cara yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah kelereng Andi.
Cara pertama menghitung banyak bungkus. Kemudian, hasilnya dikalikan banyak kelereng tiap bungkus.
Banyak bungkus × banyak kelereng tiap bungkus
= (3 bungkus + 3 bungkus) × 4 butir
= (3 + 3) × 4
= (2 × 3) × 4 = 24 butir
Cara kedua menghitung banyak kelereng setiap kotaknya dahulu kemudian hasilnya dikalikan banyak kotak.
Banyak kotak × banyak kelereng
= 2 × (4 + 4 + 4)
= 2 × (3 × 4) = 24 butir
Perhitungan cara I: (2 × 3) × 4. Perhitungan cara II: 2 × (3 × 4).
Hasil perhitungan dengan kedua cara adalah sama. Jadi, (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4).
Cara perkalian seperti ini menggunakan sifat asosiatif pada perkalian.
Secara umum, sifat asosiatif pada perkalian dapat ditulis:
(a × b) × c = a × (b × c)
dengan a, b, dan c bilangan bulat.
c. Sifat Distributif (Penyebaran)
a. (3 × 4) + (3 × 6) = 3 × (4 + 6)
Angka pengali disatukan
3 × 4 dan 3 × 6
mempunyai angka pengali yang sama, yaitu 3
yang menggunakan sifat distributif.
Benarkah bahwa (5 × 13)
– (5 × 3) = 5 × (13 – 3)?
Penghitungan dilakukan dengan cara menjumlah kedua angka yang dikalikan (4 + 6). Kemudian hasilnya dikalikan dengan angka pengali (3).
3 × (4 + 6) = 3 × 10 = 30. Mengapa cara ini digunakan.
Karena menghitung 3 × (4 + 6) = 3 × 10 lebih mudah daripada menghitung (3 × 4) + (3 × 6).
(5 × 13) – (5 × 3) mempunyai angka pengali yang sama, yaitu 5.
Angka pengali disatukan menjadi 5 × (13 – 3). Diperoleh:
(5 × 13) – (5 × 3) = 5 × (13 – 3) Contoh di atas merupakan pengurangan dengan sifat distributif
 b.15 × (10 + 2) = (15 × 10) + (15 × 2)
Angka pengali dipisahkan
15 × (10 + 2) mempunyai angka pengali 15
Penghitungan dilakukan dengan cara kedua angka
yang dijumlah (10 dan 2) masing-masing dikalikan dengan angka pengali (15), kemudian hasilnya dijumlahkan.
15 × (10 + 2) = (15 × 10) + (15 × 2)
= 150 + 30
= 180
Cara ini juga untuk mempermudah penghitungan karena menghitung (15 × 10) + (15 × 2) = 150 + 30 lebih mudah daripada menghitung 15 × (10 + 2)
= 15 × 12.
Cara penghitungan seperti di atas menggunakan sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan. Secara umum, sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan dapat ditulis:
a × (b + c) = (a × b) + (a × c)
a × (b – c) = (a × b) – (a × c)
dengan a, b, dan c bilangan bulat
4. Menggunakan Sifat Komutatif, Asosiatif,
dan Distributif
Sifat komutatif, asosiatif, dan distributif dapat digunakan untuk memudahkan perhitungan.
Perhatikan contoh berikut.
1. Menghitung 5 × 3 × 6
Cara 1:
5 × 3 × 6 = 5 × 6 × 3
= (5 × 6) × 3
= 30 × 3
= 90
Menggunakan sifat komutatif, yaitu menukar letak angka 3 dengan 6.
Menggunakan sifat asosiatif, yaitu mengalikan 5
dengan 6 terlebih dahulu agar mudah menghitungnya.
Cara 2:
5 × 3 × 6 = 3 × 5 × 6
= 3 × (5 × 6)
= 3 × 30
= 90
2.Menghitung 8 × 45
Menggunakan sifat komutatif, yaitu menukar letak angka 3 dengan 5.
Menggunakan sifat asosiatif, yaitu mengalikan 5
dengan 6 terlebih dahulu agar mudah menghitungnya.
Cara 1: menggunakan sifat distributif pada penjumlahan
8 × 45 = 8 × (40 + 5)
= (8 × 40) + (8 × 5)
= 320 + 40
= 360
Cara 2: menggunakan sifat distributif pada pengurangan
8 × 45 = 8 × (50 – 5)
= (8 × 50) – (8 × 5)
= 400 – 40
= 360
B. Menaksir Hasil Pengerjaan Hitung
Dua Bilangan
1.MenaksirHasilPenjumlahandanPengurangan
Menaksir hasil penjumlahan atau pengurangan dua bilangan berarti memperkirakan hasil penjumlahan atau pengurangan dari kedua bilangan tersebut. Caranya dengan membulatkan kedua bilangan kemudian hasil pembulatan tersebut dijumlahkan atau dikurangkan. Perhatikan contoh berikut.
a. Tentukan taksiran ke puluhan terdekat dari 53 + 79
Langkah pertama, bulatkan setiap bilangan ke puluhan terdekat. Caranya sebagai berikut. Perhatikan angka satuannya. Jika satuannya kurang dari 5 dibulatkan ke nol. Jika satuannya lebih atau sama dengan 5 dibulatkan ke 10.
5 3 50 + 0 = 50
kurang dari 5 dibulatkan menjadi 0 Berarti 53 dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 50.
7 9 70 + 10 = 80
lebih dari 5 dibulatkan menjadi 10
Di kelas IV kamu sudah belajar membulatkan bilangan.
Pada pembulatan ke satuan terdekat.
Angka persepuluhan (desimal) kurang dari 0,5 dibulatkan ke nol. Sedangkan angka per- sepuluhan (desimal) lebih atau sama dengan 0,5 di- bulatkan ke satu.
29, 4 29 + 0 = 29
kurang dari 5 dibulatkan menjadi 0
23, 7 23 + 1 = 24
lebih dari 5 dibulatkan menjadi 1
Angka 53 lebih dekat ke 50
daripada ke 60.
Berarti 53 dibulatkan menjadi 50.
Angka 79 lebih dekat ke 80 daripada ke 70.
Berarti 79 dibulatkan menjadi 80.Berarti 79 dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 80. Langkah kedua, jumlahkan hasil pembulatan dari kedua bilangan.
50 + 80 = 130
Jadi, taksiran ke puluhan terdekat dari 53 + 79 adalah
130.
Ditulis 53 + 79 = 130.
dibaca kira-kira, merupa- kan tanda yang menyatakan hasil perkiraan dari proses penghitungan.
b. Tentukan taksiran ke ratusan terdekat dari 599 – 222
Langkah pertama, bulatkan setiap bilangan ke ratusan terdekat.
Perhatikan angka puluhannya. Jika puluhannya kurang dari 50 dibulatkan ke nol. Jika puluhannya lebih dari 50 dibulatkan ke 100.
 500 + 100 = 600
Angka 99 lebih dari 50 maka
99 dibulatkan menjadi 100.dibulatkan menjadi Angka 22 kurang dari 50 maka
22 dibulatkan menjadi 0.
222
200 + 0 = 200
dibulatkan menjadi
Langkah kedua, kurangkan hasil pembulatan dari kedua bilangan 600 – 200 = 400.
Jadi, taksiran ke ratusan terdekat dari 599 – 222
adalah 400.
Ditulis 599 – 222 = 400.
Menaksir Hasil Kali dan Hasil Bagi
Cara menaksir hasil kali atau hasil bagi dua bilangan yaitu dengan membulatkan kedua bilangan kemudian hasil pembulatan dari kedua bilangan tersebut dikali atau dibagi.
Banyak kelompok yang ikut gerak jalan 18 tim. Setiap tim beranggotakan 21 anak.
Berapa kira-kira jumlah anak yang ikut gerak jalan?
Lambang taksiran yaitu ?. Misalnya 21 × 29 = 20 × 30
= 600
Dibaca dua puluh satu kali dua puluh sembilan kira-kira enam ratus.
10 Bilangan Bulat
Angka 8 lebih dari 5. Angka 8 dibulatkan ke 10.
Jadi, angka 18 dibulatkan ke
Banyak tim = 18 dibulatkan 20. puluhan terdekat menjadi 20. Angka kurang dari 5.
Banyaknya anggota setiap tim = 21 dibulatkan 20. Angka 1 dibulatkan ke 0.
Taksiran jumlah siswa = 20 × 20 = 400.
Jadi, jumlah anak yang ikut gerak jalan kira-kira ada 400.
Apabila hasil perkaliannya dibulatkan, diperoleh hasil berikut.
18 × 21 = 378 (hasil sebenarnya) Pembulatan ke puluhan terdekat:
378 = 370 + 10 = 380 dibulatkan menjadi  Jadi, angka 21 dibulatkan kepuluhan terdekat menjadi 20.
Angka 8 lebih dari 5.Angka 8 dibulatkan menjadi 10.
378 dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 380. Jadi, 18 × 21 = 380.
Pembulatan ke ratusan terdekat:
378 = 300 + 100 = 400 dibulatkan menjadi Angka 78 lebih dari 50. Angka 78 dibulatkan menjadi
100.
378 dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi 400. Jadi, 18 × 21 = 400.
Apabila panitia menyediakan minuman sebanyak 576 botol untuk peserta gerak jalan, kira-kira berapa botol minuman yang didapatkan setiap tim?
Permasalahan di atas diselesaikan dengan menaksir. Begini penyelesaiannya.
Banyak minuman yang didapatkan setiap tim:
576 : 18
576 = 500 + 100 = 600 dibulatkan menjadi 576 : 18 = 600 : 20= 30
18 = 10 + 10 = 20
dibulatkan menjadi
Diperoleh 600 : 20 = 30.
Jadi, banyak minuman yang didapatkan setiap tim kira- kira 30 botol.
Secara umum, cara menaksir hasil kali dan hasil bagi sebagai berikut.
1. Bulatkan bilangan-bilangan yang dioperasikan.
2. Kalikan atau bagilah bilangan-bilangan yang dibulatkan itu.

daur hidup kupu-kupu


Daur hidup kupu-kupu

1. Telur

daur hidup kupu kupu


kupu-kupu betina dewasa biasanya akan terbang kesana-kemari untuk mencari tempat atau daun tertentu yang kaya akan nutrisi yang digunakan untuk menempatkan telur, seperti daun jeruk, daun jambu, daun pari, batang sorgum atau daun-daun lain yang dipercaya mempunyai sumber makanan yang lain.

Setelah itu telur diletakkan pada bagian bawah daun, dan beberapa induk kupu-kupu akan meletakkan lebih dari satu telur. Telur kupu-kupu berkuran sangat kecil dan berwarna putih. Telur kupu-kupu akan menetas antara 3 hingga 5 hari kemudian.

2. Ulat (Larva)

daur hidup kupu kupu


Setelah telur kupu-kupu menetas maka keluarlah bayi larva, atau sering kita sebut dengan Ulat. Ulat yang baru saja menetas akan langsung memakan cangkangnya, karena kaya akan nutrisi. Dan selanjutnya mereka akan memakan daun- daunan dimana mereka hidup.

Semasa hidupnya ulat akan berganti kulit setiap kali mereka akan tumbuh besar  sebanyak 4 hingga 6 kali. Selama fase menjadi ulat kegiatannya sehari-hari adalah makan terus. Hal ini di lakukan untuk mempersiapkan diri menjadi kepompong, karena pada fase ini, kepompong akan istirahat. Setelah ulat mencapai perubahan ukuran yang paling besar maka ulat akan berubah menjadi kepompong.

3. Pupa (kepompong)

daur hidup kupu kupu


Dalam fase ini ulat (larva) akan melepas delapan pasang kakinya, dan kapsul kepalanya yang memiliki 6 mata. Lalu kulit ulat berganti  dan berubah warna seperti batu giok, dan itu lah yang disebut dengan kepompong.  Ulat membuat cangkang atau kepompong dari daun yang dililitkan pada tubuhnya dengan menggunakan benang khusus dari dalam tubuhnya yang biasanya mengandung sutera.

Perubahan dari kepompong menjadi kupu-kupu bisa berlangsung selama seminggu sebulan atau lebih. Sel-sel yang dimiliki oleh larva perlahan-lahan akan berubah menjadi bagian dari tubuh kupu-kupu. Ada yang menjadi sayap, kaki, mata dan mulut yang semula berfungsi untuk mengunyah, akan berubah menjadi belalai yang berguna untuk menghisap.

Ada juga lho kepompong yang berubah menjadi kupu-kupu selama kurang lebih 10 hingga 14 hari. Setelah kupu-kupu siap untuk keluar dari kepompong biasanya sayap mereka masih basah  dan belum bisa terbang.

4. Kupu-kupu

daur hidup kupu kupu


Setelah keluar dari pupa, kupu-kupu akan merangkak ke atas sehingga sayapnya yang lemah, kusut, dan agak basah dapat menggantung ke bawah dan mengembang secara normal. Selanjutnya  setelah sayapnya mengering, mengembang dan kuat, kupu-kupu akan membuka dan menutup sayapnya beberapa kali. Waktu yang di butuhkan oleh kupu-kupu agar bisa mengepakkan sayapnya dan terbang adalah 4-5 jam kemudian.
Kupu-kupu adalah serangga yang beraktivitas pada siang hari dan pada waktu malam hari kupu-kupu beristirahat.

Itulah ulasan tentang daur hidup kupu-kupu, semoga dapat menambah wawasan kita semua.Hasil gambar untuk daur hidup kupu-kupu

keragaman suku dan etnik di indonesia

Keragaman Suku Bangsa dan Budaya Di Indonesia

A. Keanekaragaman Suku Bangsa di Indonesia
Sejak zaman dahulu bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk. Hal ini tercermin dari semboyan “Bhinneka tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Kemajemukan yang ada terdiri atas keragaman suku bangsa, budaya, agama, ras, dan bahasa.
Adat istiadat, kesenian, kekerabatan, bahasa, dan bentuk fisik yang dimiliki oleh suku-suku bangsa yang ada di Indonesia memang berbeda, namun selain perbedaan suku-suku itu juga memiliki persamaan antara lain hukum, hak milik tanah, persekutuan, dan kehidupan sosialnya yang berasaskan kekeluargaan.
1. Persebaran Daerah Asal Suku Bangsa di Indonesia
Suku bangsa addalah golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan. Orang-orang yang tergolong dalam satu suku bangsa tertentu, pastilah mempunyai kesadaran dan identitas diri terhadap kebudayaan suku bangsanya, misalnya dalam penggunaan bahasa daerah serta mencintai kesenian dan adat istiadat.
Suku-suku bangsa yang tersebar di Indonesia merupakan warisan sejarah bangsa, persebaran suku bangsa dipengaruhi oleh factor geografis, perdagangan laut, dan kedatangan para penjajah di Indonesia. perbedaan suku bangsa satu dengan suku bangsa yang lain di suatu daerah dapat terlihat dari ciri-ciri berikut ini.
a. Tipe fisik, seperti warna kulit, rambut, dan lain-lain.
b. Bahasa yang dipergunakan, misalnya Bahasa Batak, Bahasa Jawa, Bahasa Madura, dan lain-lain.
c. Adat istiadat, misalnya pakaian adat, upacara perkawinan, dan upacara kematian.
d. Kesenian daerah, misalnya Tari Janger, Tari Serimpi, Tari Cakalele, dan Tari Saudati.
e. Kekerabatan, misalnya patrilineal(sistem keturunan menurut garis ayah) dan matrilineal(sistem keturunan menurut garis ibu).
f. Batasan fisik lingkungan, misalnya Badui dalam dan Badui luar.
Jumlah suku bangsa di Indonesia ratusan jumlahnya. Di bawah ini tabel persebaran suku bangsa.
No Nama Provinsi Suku
1. Nanggroe Aceh Darussalam : Aceh , Alas , Gayo , Kluet , Simelu , Singkil , Tamiang , Ulu .
2. Sumatera Utara : Karo , Nias , Simalungun , Mandailing , Dairi , Toba , Melayu , PakPak , maya-maya
3. Sumatera Barat : Minangkabau , Mentawai , Melayu , guci, jambak
4. Riau : Melayu , Siak , Rokan , Kampar , Kuantum Akit , Talang Manuk , Bonai , Sakai , Anak Dalam , Hutan , Laut .
5. Kepulauan Riau : Melayu, laut
6. Bangka Belitung : Melayu
7. Jambi : Batin , Kerinci , Penghulu , Pewdah , Melayu , Kubu , Bajau .
8. Sumatera Selatan : Palembang , Melayu , Ogan , Pasemah , Komering , Ranau Kisam , Kubu , Rawas , Rejang , Lematang , Koto, Agam
9. Bengkulu : Melayu , Rejang , Lebong , Enggano , Sekah , Serawai, Pekal, Kaur, Lembak
10. Lampung : Lampung , Melayu , Semendo , Pasemah , Rawas , Pubian, Sungkai, Sepucih
11. DKI Jakarta : Betawi
12. Banten : Banten
13. Jawa Barat : Sunda , Badui
14. Jawa Tengah : Jawa , Karimun , Samin, Kangean
15. D.I.Yogyakarta : Jawa
16. Jawa Timur : Jawa , Madura , Tengger, Asing
17. Bali : Bali , Jawa , Madura
18. NTB : Bali , Sasak , Bima , Sumbawa, Mbojo, Dompu, Tarlawi, Lombok
19. NTT : Alor , Solor , Rote , Sawu , Sumba , Flores , Belu, Bima
20. Kalimantan Barat : Melayu , Dayak(Iban Embaluh , Punan , Kayan , Kantuk , Embaloh , Bugan ,Bukat), Manyuke
21. Kalimantan Tengah : Melayu , Dayak(Medang , Basap , Tunjung , Bahau , Kenyah , Penihing , Benuaq) , Banjar , Kutai, Ngaju, Lawangan, Maayan, Murut, Kapuas
22. Kalimantan Timur : Melayu , Dayak(Bukupai , Lawangan , Dusun, Ngaju , Maayan)
23. Kalimantan Selatan : Melayu , Banjar , Dayak, Aba
24. Sulawesi Selatan : Bugis , Makasar , Toraja , Mandar
25. Sulawesi Tenggara : Muna , Buton ,Totaja , Tolaki , Kabaena , Moronehe , Kulisusu , Wolio
26. SulawesiTengah : Kaili , Tomini , Toli-Toli ,Buol , Kulawi , Balantak , Banggai ,Lore
27. Sulawesi Utara : Bolaang-Mongondow ,Minahasa , Sangir , Talaud , Siau , Bantik
28. Gorontalo : Gorontalo
29. Maluku : Ambon, Kei , Tanimbar , Seram , Saparua, Aru, Kisar
30. Maluku Utara : Ternate, Morotai, Sula, taliabu, Bacan, Galela
31. Papua Barat : Waigeo, Misool, Salawati, Bintuni, Bacanca
32. Papua Tengah : Yapen, Biak, Mamika, Numfoor
33. Papua Timur : Sentani, Asmat, Dani, Senggi
Etnik atau Suku Bangsa
        Koentjaraningrat (1990) menyatakan suku bangsa sebagai kelompok sosial atau kesatuan hidup yang memiliki sistem interaksi yang ada karena kontinunitas dan rasa identitas yang mempersatukan semua anggotanya serta memiliki sistem kepemimpinan sendiri.
        Menurut Narral mendefinisikan etnis adalah sejumlah orang atau penduduk yang memiliki ciri-ciri (a) secara biologis mampu berkembang biak dan bertahan (b) mempunyai nilai-nilai budaya yang sama dan sadar akan rasa kebersamaan dalam suatu bentuk budaya (c) membentuk jaringan komunikasi dan interaksi sendiri (d) menentukan u kelompoknya yang diterima oleh dan dpat dibedakan dari kelompok lain.
        Tampak bahwa etnis berbeda dari ras.Jika pengertian ras lebih didasarkan pada persamaan ciri-ciri fisik yang dimiliki oleh seseorang individu, maka pengertian etnis didasarkan kepada adanya persamaan kebudayaan dalam kelompok masyarakat tersebut.
        Secara etnik, bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dengan jumlah etnik yang besar.Mengenai jumlah suku bangsa yang ada di Indonesia telah dikemukakan oleh para ahli.Esser, Berg dan Sutan Takdir Alisyahbana memperkirakan ada 200-250 suku bangsa.MA, Jaspan mengemukakan ada 366 suku bangsa.Koentjaraningrat memperkirakan ada 195 suku bangsa.Hildred Geertz menyatakan lebih dari 300 suku bangsa dengan identitas budayanya sendiri.William G. Skinner memperkirakan ada 35 suku bangsa dalam arti lingkungan hukum adat.
        Di Indonesia, istilah kelompok etnis dapat disamaartikan dengan suku bangsa, di samping ada pula yang menyebutkan dengan golongan etnis. Misal : golongan etnis Tionghoa.
        Suku yang berkembang di Indonesia ada yang memiliki tingkat peradaban yang telah maju dan mampu berbaur dengan suku bangsa lain. Di samping itu juga masih dijumpai suku bangsa atau masyarakat terasing.Masyarkat terasing merupakan suku bangsa yang terisolasi dan masih hidup dari berburu, meramu atau berladang padi, umbi-umbian dengan system lading berpindah.Masyarakat ini terhambat dari perubahan dan kemajuan karena isolasi geografi atau upaya yang disengaja untuk menolak bentuk perubahan kebudayaan.
         Menurut Koentjaraningrat, pengelompokan berbagai kelompok etnis di Indonesia umunnya dilakukan dengan mengikuti sistem lingkaran hokum adat yang dibuat oleh Van Vollenhoven. Menurut pembagian tersebut, di Indonesia ada 19 daerah kelompok etnis diantaranya :
1.      Aceh                                               9. Gorontalo
2.      Gayo                                              10. Toraja
2a. Nias dan Batu                                 11. Sulawesi Selatan
3.      Minangkabau                                 12. Ternate
3a. Mentawai                                        13. Ambon dan Maluku
4.      Sumatra selatan                              13a. Kepulauan Barat Daya
4a. Enggano                                         14. Irian
5.      Melayu                                           15. Timor
6.      Bangka Belitung                            16. Bali dan Lombok
7.      Kalimantan                                     17. Jawa Tengah dan Jawa Timur
8.      Minahasa                                        18. Surakarta dan Yogyakarta
8a. Sangir-Talaud                                 19. Jawa Barat

kebutuhan hewan dan tumbuhan

kebutuhan hewan dan tumbuhan
hewan
Kebutuhan khusus hewan berbeda dengan kebutuhan khusus manusia. Hal itu dikarenakan kehidupan hewan berbeda dengan kebutuhan manusia. Berikut ini adalah kebutuhan khusus hewan yang harus diketahui :
  • Perawatan – Setiap hewan membutuhkan perawatan baik yang dilakukan di rumah maupun perawatan yang dilakukan di salon. Sayangnya perawatan ini hanya bisa dilakukan oleh hewan peliharaan sedangkan untuk hewan yang tidak dipelihara tidak bisa melakukan perawatan. Fungsi dari perawatan itu adalah untuk menjaga tubuh hewan agar tetap bersih. Contohnya saja adalah jenis jenis anjing, anjing membutuhkan perawatan untuk menjaga kebersihan badannya dari kutu yang menempel di rambutnya. Anjing yang kurang dirawat dia akan terlihat kotor sebab banyak kutu yang akan nmelekat di tubuhnya. Contoh lainnya adalah kucing, kucing juga membutuhkan perawatan agar menjaga rambutnya tetap lebat. Jika kurang dirawat rambut kucing akan mudah rontok. Jika rontok rambut kucing akan betebaran dimana-mana, jika sampai masuk ke dalam mulut manusia rambut kucing itu akan sagat berbahaya.
  • Kesehatan – Setiap makhluk hidup membutuhkan kesehatan agar kualitas hidupnya tetap terjaga. Agar hewan tetap sehat, dia memerlukan perawatan selama tiga bulan sekali ke dokter hewan. Dokter hewan akan memeriksa apakah hewan dalam kondisi yang baik-baik saja atau justru hewan sedang mengalami masalah.
  • Vitamin – Hewan juga membutuhkan vitamin untuk melangsungkan hidupnya. Vitamin yang diminumkan ke hewan berfungsi untuk menjaga tubuh hewan tetap sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Vitamin itu juga membuat hewan akan tetap lincah dan gesit.
  • Vaksin – Sama halnya dengan manusia, hewan juga membutuhkan vaksin untuk menghindari dari berbagai macam penyakit. Hewan yang di vaksin adalah hewan yang baru lahir dan kekebalan tubuhnya belum sempurna. Vaksin itu juga menangkal dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus dan juga bakteri. Hewan yang sering di vaksin adalah hewan anjing dan juga kucing.
3. Kebutuhan Khusus Tumbuhan
Tumbuhan memiliki kebutuhan khusus yang berbeda dengan hewan maupun manusia. Kebutuhan khusus tumbuhan lebih sedikit dibandingkan dengan hewan maupun manusia. Kebutuhan khusus tumbuhan adalah sebagai berikut ini:
  • Pupuk – Pupuk merupakan kebutuhan khusus tumbuhan yang bisa membuat tumbuhan menjadi subur. Pupuk kompos merupakan pupuk terbaik yang bisa digunakan oleh tumbuhan.
  • Obat hama – Kebutuhan khusus yang lainnya adalah obat hama. Saat tumbuhan terkena hama, dia membutuhkan obat hama untuk mengatasi hama tersebut.

sifat asosiatif pada operasi hitung penjumlahan

Sifat Asosiatif dan Penggunaannya

Sifat asosiatif juga disebut pengelompokkan. Sifat asosiatif berlaku pada operasi penjumlahan dan perkalian.
contoh:
1. (3 + 6) + 4 = 3 + (6 + 4)
2. 4 x (5 x 7) = (4 x 5) x 7
Secara umum untuk setiap a, b, dan c anggota bil. real berlaku:
(a + b) + c = a + (b + c) dan
(a x b) x c = a x (b x c)

Penggunaan sifat asosiatifSifat asosiatif digunakan untuk mempermudah penjumlahan dan perkalian.
Contoh:
1. Tentukan hasil dari 5 + 8 + 2 = ...
Dengan sifat asosiatif tidak harus menyelesaikan operasi penjumlahan sesuai dengan urutannya, tetapi dapat
dibuat bentuk 5 + (8 + 2) = 5 + 10 = 15.
Hal ini karena penjumlahn 8 dengan 2 dapat menghasilakan 10 yang dengan mudah dapat dijumlahkan dengan bilangan lainnya.

2. Tentukan hasil dari 7 + 8 = ...
Bentuk 7 + 8 = 7 + (3 + 5)                 (8 = 3 + 5, dipilih 3 + 5 karena 7 + 3 = 10)
                     = (7 + 3) +5
                     = 10 + 5
                     = 15

3. Tentukan hasil dari (9 x 8) x 5 = ...
Dengan sifat asosiatif
(9 x 8) x 5 = 9 x (8 x 5)
                 = 9 x 40 = 360                 (lebih mudah mengerjakan 8 x 5 dari pada 9 x 8)