This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 04 Desember 2016

daur hidup kupu-kupu


Daur hidup kupu-kupu

1. Telur

daur hidup kupu kupu


kupu-kupu betina dewasa biasanya akan terbang kesana-kemari untuk mencari tempat atau daun tertentu yang kaya akan nutrisi yang digunakan untuk menempatkan telur, seperti daun jeruk, daun jambu, daun pari, batang sorgum atau daun-daun lain yang dipercaya mempunyai sumber makanan yang lain.

Setelah itu telur diletakkan pada bagian bawah daun, dan beberapa induk kupu-kupu akan meletakkan lebih dari satu telur. Telur kupu-kupu berkuran sangat kecil dan berwarna putih. Telur kupu-kupu akan menetas antara 3 hingga 5 hari kemudian.

2. Ulat (Larva)

daur hidup kupu kupu


Setelah telur kupu-kupu menetas maka keluarlah bayi larva, atau sering kita sebut dengan Ulat. Ulat yang baru saja menetas akan langsung memakan cangkangnya, karena kaya akan nutrisi. Dan selanjutnya mereka akan memakan daun- daunan dimana mereka hidup.

Semasa hidupnya ulat akan berganti kulit setiap kali mereka akan tumbuh besar  sebanyak 4 hingga 6 kali. Selama fase menjadi ulat kegiatannya sehari-hari adalah makan terus. Hal ini di lakukan untuk mempersiapkan diri menjadi kepompong, karena pada fase ini, kepompong akan istirahat. Setelah ulat mencapai perubahan ukuran yang paling besar maka ulat akan berubah menjadi kepompong.

3. Pupa (kepompong)

daur hidup kupu kupu


Dalam fase ini ulat (larva) akan melepas delapan pasang kakinya, dan kapsul kepalanya yang memiliki 6 mata. Lalu kulit ulat berganti  dan berubah warna seperti batu giok, dan itu lah yang disebut dengan kepompong.  Ulat membuat cangkang atau kepompong dari daun yang dililitkan pada tubuhnya dengan menggunakan benang khusus dari dalam tubuhnya yang biasanya mengandung sutera.

Perubahan dari kepompong menjadi kupu-kupu bisa berlangsung selama seminggu sebulan atau lebih. Sel-sel yang dimiliki oleh larva perlahan-lahan akan berubah menjadi bagian dari tubuh kupu-kupu. Ada yang menjadi sayap, kaki, mata dan mulut yang semula berfungsi untuk mengunyah, akan berubah menjadi belalai yang berguna untuk menghisap.

Ada juga lho kepompong yang berubah menjadi kupu-kupu selama kurang lebih 10 hingga 14 hari. Setelah kupu-kupu siap untuk keluar dari kepompong biasanya sayap mereka masih basah  dan belum bisa terbang.

4. Kupu-kupu

daur hidup kupu kupu


Setelah keluar dari pupa, kupu-kupu akan merangkak ke atas sehingga sayapnya yang lemah, kusut, dan agak basah dapat menggantung ke bawah dan mengembang secara normal. Selanjutnya  setelah sayapnya mengering, mengembang dan kuat, kupu-kupu akan membuka dan menutup sayapnya beberapa kali. Waktu yang di butuhkan oleh kupu-kupu agar bisa mengepakkan sayapnya dan terbang adalah 4-5 jam kemudian.
Kupu-kupu adalah serangga yang beraktivitas pada siang hari dan pada waktu malam hari kupu-kupu beristirahat.

Itulah ulasan tentang daur hidup kupu-kupu, semoga dapat menambah wawasan kita semua.Hasil gambar untuk daur hidup kupu-kupu

keragaman suku dan etnik di indonesia

Keragaman Suku Bangsa dan Budaya Di Indonesia

A. Keanekaragaman Suku Bangsa di Indonesia
Sejak zaman dahulu bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk. Hal ini tercermin dari semboyan “Bhinneka tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Kemajemukan yang ada terdiri atas keragaman suku bangsa, budaya, agama, ras, dan bahasa.
Adat istiadat, kesenian, kekerabatan, bahasa, dan bentuk fisik yang dimiliki oleh suku-suku bangsa yang ada di Indonesia memang berbeda, namun selain perbedaan suku-suku itu juga memiliki persamaan antara lain hukum, hak milik tanah, persekutuan, dan kehidupan sosialnya yang berasaskan kekeluargaan.
1. Persebaran Daerah Asal Suku Bangsa di Indonesia
Suku bangsa addalah golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan. Orang-orang yang tergolong dalam satu suku bangsa tertentu, pastilah mempunyai kesadaran dan identitas diri terhadap kebudayaan suku bangsanya, misalnya dalam penggunaan bahasa daerah serta mencintai kesenian dan adat istiadat.
Suku-suku bangsa yang tersebar di Indonesia merupakan warisan sejarah bangsa, persebaran suku bangsa dipengaruhi oleh factor geografis, perdagangan laut, dan kedatangan para penjajah di Indonesia. perbedaan suku bangsa satu dengan suku bangsa yang lain di suatu daerah dapat terlihat dari ciri-ciri berikut ini.
a. Tipe fisik, seperti warna kulit, rambut, dan lain-lain.
b. Bahasa yang dipergunakan, misalnya Bahasa Batak, Bahasa Jawa, Bahasa Madura, dan lain-lain.
c. Adat istiadat, misalnya pakaian adat, upacara perkawinan, dan upacara kematian.
d. Kesenian daerah, misalnya Tari Janger, Tari Serimpi, Tari Cakalele, dan Tari Saudati.
e. Kekerabatan, misalnya patrilineal(sistem keturunan menurut garis ayah) dan matrilineal(sistem keturunan menurut garis ibu).
f. Batasan fisik lingkungan, misalnya Badui dalam dan Badui luar.
Jumlah suku bangsa di Indonesia ratusan jumlahnya. Di bawah ini tabel persebaran suku bangsa.
No Nama Provinsi Suku
1. Nanggroe Aceh Darussalam : Aceh , Alas , Gayo , Kluet , Simelu , Singkil , Tamiang , Ulu .
2. Sumatera Utara : Karo , Nias , Simalungun , Mandailing , Dairi , Toba , Melayu , PakPak , maya-maya
3. Sumatera Barat : Minangkabau , Mentawai , Melayu , guci, jambak
4. Riau : Melayu , Siak , Rokan , Kampar , Kuantum Akit , Talang Manuk , Bonai , Sakai , Anak Dalam , Hutan , Laut .
5. Kepulauan Riau : Melayu, laut
6. Bangka Belitung : Melayu
7. Jambi : Batin , Kerinci , Penghulu , Pewdah , Melayu , Kubu , Bajau .
8. Sumatera Selatan : Palembang , Melayu , Ogan , Pasemah , Komering , Ranau Kisam , Kubu , Rawas , Rejang , Lematang , Koto, Agam
9. Bengkulu : Melayu , Rejang , Lebong , Enggano , Sekah , Serawai, Pekal, Kaur, Lembak
10. Lampung : Lampung , Melayu , Semendo , Pasemah , Rawas , Pubian, Sungkai, Sepucih
11. DKI Jakarta : Betawi
12. Banten : Banten
13. Jawa Barat : Sunda , Badui
14. Jawa Tengah : Jawa , Karimun , Samin, Kangean
15. D.I.Yogyakarta : Jawa
16. Jawa Timur : Jawa , Madura , Tengger, Asing
17. Bali : Bali , Jawa , Madura
18. NTB : Bali , Sasak , Bima , Sumbawa, Mbojo, Dompu, Tarlawi, Lombok
19. NTT : Alor , Solor , Rote , Sawu , Sumba , Flores , Belu, Bima
20. Kalimantan Barat : Melayu , Dayak(Iban Embaluh , Punan , Kayan , Kantuk , Embaloh , Bugan ,Bukat), Manyuke
21. Kalimantan Tengah : Melayu , Dayak(Medang , Basap , Tunjung , Bahau , Kenyah , Penihing , Benuaq) , Banjar , Kutai, Ngaju, Lawangan, Maayan, Murut, Kapuas
22. Kalimantan Timur : Melayu , Dayak(Bukupai , Lawangan , Dusun, Ngaju , Maayan)
23. Kalimantan Selatan : Melayu , Banjar , Dayak, Aba
24. Sulawesi Selatan : Bugis , Makasar , Toraja , Mandar
25. Sulawesi Tenggara : Muna , Buton ,Totaja , Tolaki , Kabaena , Moronehe , Kulisusu , Wolio
26. SulawesiTengah : Kaili , Tomini , Toli-Toli ,Buol , Kulawi , Balantak , Banggai ,Lore
27. Sulawesi Utara : Bolaang-Mongondow ,Minahasa , Sangir , Talaud , Siau , Bantik
28. Gorontalo : Gorontalo
29. Maluku : Ambon, Kei , Tanimbar , Seram , Saparua, Aru, Kisar
30. Maluku Utara : Ternate, Morotai, Sula, taliabu, Bacan, Galela
31. Papua Barat : Waigeo, Misool, Salawati, Bintuni, Bacanca
32. Papua Tengah : Yapen, Biak, Mamika, Numfoor
33. Papua Timur : Sentani, Asmat, Dani, Senggi
Etnik atau Suku Bangsa
        Koentjaraningrat (1990) menyatakan suku bangsa sebagai kelompok sosial atau kesatuan hidup yang memiliki sistem interaksi yang ada karena kontinunitas dan rasa identitas yang mempersatukan semua anggotanya serta memiliki sistem kepemimpinan sendiri.
        Menurut Narral mendefinisikan etnis adalah sejumlah orang atau penduduk yang memiliki ciri-ciri (a) secara biologis mampu berkembang biak dan bertahan (b) mempunyai nilai-nilai budaya yang sama dan sadar akan rasa kebersamaan dalam suatu bentuk budaya (c) membentuk jaringan komunikasi dan interaksi sendiri (d) menentukan u kelompoknya yang diterima oleh dan dpat dibedakan dari kelompok lain.
        Tampak bahwa etnis berbeda dari ras.Jika pengertian ras lebih didasarkan pada persamaan ciri-ciri fisik yang dimiliki oleh seseorang individu, maka pengertian etnis didasarkan kepada adanya persamaan kebudayaan dalam kelompok masyarakat tersebut.
        Secara etnik, bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dengan jumlah etnik yang besar.Mengenai jumlah suku bangsa yang ada di Indonesia telah dikemukakan oleh para ahli.Esser, Berg dan Sutan Takdir Alisyahbana memperkirakan ada 200-250 suku bangsa.MA, Jaspan mengemukakan ada 366 suku bangsa.Koentjaraningrat memperkirakan ada 195 suku bangsa.Hildred Geertz menyatakan lebih dari 300 suku bangsa dengan identitas budayanya sendiri.William G. Skinner memperkirakan ada 35 suku bangsa dalam arti lingkungan hukum adat.
        Di Indonesia, istilah kelompok etnis dapat disamaartikan dengan suku bangsa, di samping ada pula yang menyebutkan dengan golongan etnis. Misal : golongan etnis Tionghoa.
        Suku yang berkembang di Indonesia ada yang memiliki tingkat peradaban yang telah maju dan mampu berbaur dengan suku bangsa lain. Di samping itu juga masih dijumpai suku bangsa atau masyarakat terasing.Masyarkat terasing merupakan suku bangsa yang terisolasi dan masih hidup dari berburu, meramu atau berladang padi, umbi-umbian dengan system lading berpindah.Masyarakat ini terhambat dari perubahan dan kemajuan karena isolasi geografi atau upaya yang disengaja untuk menolak bentuk perubahan kebudayaan.
         Menurut Koentjaraningrat, pengelompokan berbagai kelompok etnis di Indonesia umunnya dilakukan dengan mengikuti sistem lingkaran hokum adat yang dibuat oleh Van Vollenhoven. Menurut pembagian tersebut, di Indonesia ada 19 daerah kelompok etnis diantaranya :
1.      Aceh                                               9. Gorontalo
2.      Gayo                                              10. Toraja
2a. Nias dan Batu                                 11. Sulawesi Selatan
3.      Minangkabau                                 12. Ternate
3a. Mentawai                                        13. Ambon dan Maluku
4.      Sumatra selatan                              13a. Kepulauan Barat Daya
4a. Enggano                                         14. Irian
5.      Melayu                                           15. Timor
6.      Bangka Belitung                            16. Bali dan Lombok
7.      Kalimantan                                     17. Jawa Tengah dan Jawa Timur
8.      Minahasa                                        18. Surakarta dan Yogyakarta
8a. Sangir-Talaud                                 19. Jawa Barat

kebutuhan hewan dan tumbuhan

kebutuhan hewan dan tumbuhan
hewan
Kebutuhan khusus hewan berbeda dengan kebutuhan khusus manusia. Hal itu dikarenakan kehidupan hewan berbeda dengan kebutuhan manusia. Berikut ini adalah kebutuhan khusus hewan yang harus diketahui :
  • Perawatan – Setiap hewan membutuhkan perawatan baik yang dilakukan di rumah maupun perawatan yang dilakukan di salon. Sayangnya perawatan ini hanya bisa dilakukan oleh hewan peliharaan sedangkan untuk hewan yang tidak dipelihara tidak bisa melakukan perawatan. Fungsi dari perawatan itu adalah untuk menjaga tubuh hewan agar tetap bersih. Contohnya saja adalah jenis jenis anjing, anjing membutuhkan perawatan untuk menjaga kebersihan badannya dari kutu yang menempel di rambutnya. Anjing yang kurang dirawat dia akan terlihat kotor sebab banyak kutu yang akan nmelekat di tubuhnya. Contoh lainnya adalah kucing, kucing juga membutuhkan perawatan agar menjaga rambutnya tetap lebat. Jika kurang dirawat rambut kucing akan mudah rontok. Jika rontok rambut kucing akan betebaran dimana-mana, jika sampai masuk ke dalam mulut manusia rambut kucing itu akan sagat berbahaya.
  • Kesehatan – Setiap makhluk hidup membutuhkan kesehatan agar kualitas hidupnya tetap terjaga. Agar hewan tetap sehat, dia memerlukan perawatan selama tiga bulan sekali ke dokter hewan. Dokter hewan akan memeriksa apakah hewan dalam kondisi yang baik-baik saja atau justru hewan sedang mengalami masalah.
  • Vitamin – Hewan juga membutuhkan vitamin untuk melangsungkan hidupnya. Vitamin yang diminumkan ke hewan berfungsi untuk menjaga tubuh hewan tetap sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Vitamin itu juga membuat hewan akan tetap lincah dan gesit.
  • Vaksin – Sama halnya dengan manusia, hewan juga membutuhkan vaksin untuk menghindari dari berbagai macam penyakit. Hewan yang di vaksin adalah hewan yang baru lahir dan kekebalan tubuhnya belum sempurna. Vaksin itu juga menangkal dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus dan juga bakteri. Hewan yang sering di vaksin adalah hewan anjing dan juga kucing.
3. Kebutuhan Khusus Tumbuhan
Tumbuhan memiliki kebutuhan khusus yang berbeda dengan hewan maupun manusia. Kebutuhan khusus tumbuhan lebih sedikit dibandingkan dengan hewan maupun manusia. Kebutuhan khusus tumbuhan adalah sebagai berikut ini:
  • Pupuk – Pupuk merupakan kebutuhan khusus tumbuhan yang bisa membuat tumbuhan menjadi subur. Pupuk kompos merupakan pupuk terbaik yang bisa digunakan oleh tumbuhan.
  • Obat hama – Kebutuhan khusus yang lainnya adalah obat hama. Saat tumbuhan terkena hama, dia membutuhkan obat hama untuk mengatasi hama tersebut.

sifat asosiatif pada operasi hitung penjumlahan

Sifat Asosiatif dan Penggunaannya

Sifat asosiatif juga disebut pengelompokkan. Sifat asosiatif berlaku pada operasi penjumlahan dan perkalian.
contoh:
1. (3 + 6) + 4 = 3 + (6 + 4)
2. 4 x (5 x 7) = (4 x 5) x 7
Secara umum untuk setiap a, b, dan c anggota bil. real berlaku:
(a + b) + c = a + (b + c) dan
(a x b) x c = a x (b x c)

Penggunaan sifat asosiatifSifat asosiatif digunakan untuk mempermudah penjumlahan dan perkalian.
Contoh:
1. Tentukan hasil dari 5 + 8 + 2 = ...
Dengan sifat asosiatif tidak harus menyelesaikan operasi penjumlahan sesuai dengan urutannya, tetapi dapat
dibuat bentuk 5 + (8 + 2) = 5 + 10 = 15.
Hal ini karena penjumlahn 8 dengan 2 dapat menghasilakan 10 yang dengan mudah dapat dijumlahkan dengan bilangan lainnya.

2. Tentukan hasil dari 7 + 8 = ...
Bentuk 7 + 8 = 7 + (3 + 5)                 (8 = 3 + 5, dipilih 3 + 5 karena 7 + 3 = 10)
                     = (7 + 3) +5
                     = 10 + 5
                     = 15

3. Tentukan hasil dari (9 x 8) x 5 = ...
Dengan sifat asosiatif
(9 x 8) x 5 = 9 x (8 x 5)
                 = 9 x 40 = 360                 (lebih mudah mengerjakan 8 x 5 dari pada 9 x 8)

Senin, 28 November 2016

keberaganman karakteristik individu

  1. Pengertian Keragaman
Keragaman berasal dari kata ragam yang menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) artinya : tingkah laku, macam jenis, lagu musik : langgam, warna :corak : ragi, laras (tata bahasa). Keragaman manusia bukan berarti manusia itu bermacam-macam atau berjenis-jenis seperti halnya binatang dan tumbuhan. Manusia sebagai makhluk Tuhan tetaplah berjenis satu. Keragaman manusia dimaksudkan bahwa setiap manusia memiliki perbedaan. Perbedaan itu ada karena manusia adalah makhluk individu yang setiap individu memiliki cirri-ciri khas tersendiri. Perbedaan itu terutama ditinjau dari sifat-sifat pribadi, misalnya sikap, watak, kelakuan, temperamen, dan hasrat. Contoh, sebagai mahasiswa baru kita akan menjumpai teman-teman mahasiswa lain dengan sifat dan watak yang beragam.
Dalam kehidupan sehari-hari kita akan menemukan keragaman  sifat dan ciri-ciri khas dari setiap orang yang kita jumpai. Jadi manusia sebagai pribadi adalah unik dan beragam. Selain makhluk individu, manusia juga makhluk sosial yang membentuk kelompok persekutuan hidup. Tiap kelompok persekutuan hidup manusia juga beragam. Masyarakat sebagai persekutuan itu berbeda dan beragam karena ada perbedaan, misalnya dalam hal ras, suku, agama, budaya, ekonomi, status sosial, jenis kelamin, daerah tempat tinggal dan lain-lain. Hal demikian adalah sebagai unsur-unsur yang membentuk keragaman dalam masyarakat. Keragaman manusia baik dalam tingkat individu dan tingkat masyarakat merupakan tingkat realitas atau kenyataan yang harus kita hadapi dan alami. Keragaman individu maupun sosial adalah implikasi dari kedudukan manusia, baik sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Kita sebagai individu akan berbeda dengan seseorang sebagai individu yang lain.
Demikian pula kita sebagai bagian dari satu masyarakat memiliki perbedaan dengan masyarakat lainnya. Keragaman manusia sudah menjadi fakta social dan fakta sejarah kehidupan, sehingga pernah muncul penindasan, perendahan, penghancuran dan penghapusan rasa atau etnis tertentu. Dalam sejarah kehidupan manusia pernah tumbuh ideology atau pemahaman bahwa orang berkulit hitam adalah berbeda, mereka lebih rendah dari yang berkulit putih. Contohnya di Indonesia, etnis Tionghoa memperoleh perlakuan diskriminatif, baik secara sosial dan politik dari suku-suku lain di Indonesia. Dan ternyata semua yang telah terjadi adalah kekeliruan, karena perlakuan merendahkan martabat orang atau bangsa lain adalah tindakan tidak masuk akal dan menyesatkan, sementara semua orang dan semua bangsa adalah sama dan sederajat. Sehingga keragaman yang dimaksud disini adalah suatu kondisi masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat kesopanan serta situasi ekonomi.
Struktur masyarakat Indonesia yang majemuk dan dinamis, antara lain ditandai oleh keragaman suku bangsa, agama, dan kebudayaan. Sebagaimana diketahui bahwa bangsa Indonesia memiliki keragaman suku bangsa yang begitu banyak, terdiri dari berbagai suku bangsa, mulai dari sabang hingga Merauke, ada suku Batak, suku Minang, suku Ambon, suku Madura, suku Jawa, suku Asmat, dan masih banyak lainnya. Konsep keragaman mengandaikan adanya hal-hal  yang lebih dari satu, keragaman menunjukan bahwa keberadaan yang lebih dari satu itu berbeda-beda, heterogen bahkan tidak bisa disamakan. Keragaman Indonesia terlihat dengan jelas pada aspek-aspek geografis, etnis, sosiokultural dan agama serta kepercayaan.

  1. Pengertian Hakekat Individu
Manusia, mahluk dan individu secara etimologi diartikan sebagai berikut:
  • Manusia berarti mahluk yang berakal budi dan mampu menguasai mahluk lain.
  • Mahluk yaitu sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan.
  • Individu mengandung arti orang seorang, pribadi, organisme yang hidupnya berdiri sendiri. Secara fisiologis ia bersifat bebas, tidak mempunyai hubungan organik dengan sesama.
Kata manusia berasal dari kata manu (Sansekerta) atau mens(Latin) yang berarti berpikir, berakal budi, atau homo (Latin) yang berarti manusia. Istilah individu berasal dari bahasa Latin, yaitu individum, yang artinya sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi atau suatu kesatuan yang terkecil dan terbatas.
Secara kodrati, manusia merupakan mahluk monodualis. Artinya selain sebagai mahluk individu, manusia berperan juga sebagai mahluk sosial. Sebagai mahluk individu, manusia merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri atas unsur jasmani (raga) dan rohani (jiwa) yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Jiwa dan raga inilah yang membentuk individu.Manusia juga diberi kemampuan (akal, pikiran, dan perasaan) sehingga sanggup berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya. Disadari atau tidak, setiap manusia senantiasa akan berusaha mengembangkan kemampuan pribadinya guna memenuhi hakikat individualitasnya (dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya). Hal terpenting yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya adalah bahwa manusia dilengkapi dengan akal pikiran, perasaan dan keyakinan untuk mempertinggi kualitas hidupnya. Manusia adalah ciptaan Tuhan dengan derajat paling tinggi di antara ciptaan-ciptaan yang lain.
Dalam keadaan status manusia sebagai mahluk individu, segala sesuatu yang menyangkut pribadinya sangat ditentukan oleh dirinya sendiri, sedangkan orang lain lebih banyak berfungsi sebagai pendukung. Kesuksesan seseorang misalnya sangat tergantung kepada niat, semangat, dan usahanya yang disertai dengan doa kepada Tuhan secara pribadi. Demikian juga mengenai baik atau buruknya seseorang di hadapan Tuhan dan dihadapan sesama manusia, itu semua sangat dipengaruhi oleh sikap dan perilaku manusia itu sendiri. Jika iman dan takwanya mantap maka dihadapan Tuhan menjadi baik, tetapi jika sebaliknya, maka dihadapan Tuhan menjadi jelek. Jika sikap dan perilaku individunya baik terhadap orang lain, tentu orang lain akan baik pula terhadap orang tersebut.
Konsekuensi (akibat) lainnya, masing-masing individu juga harus mempertanggung jawabkan segala perilakunya secara moral kepada dirinya sendiri dan kepada Tuhan. Jika perilaku individu itu baik dan benar maka akan dinikmati akibatnya, tetapi jika sebaliknya, akan diderita akibatnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia sebagai individu yang sudah dewasa memiliki konsekuensi tertentu, antara lain:
  1. Merawat diri bersih, rapi, sehat dan kuat
  2. Hidup mandiri
  3. Berkepribadian baik dan luhur
  4. Mempertanggungjawabkan perbuatannya
Supaya konsekuensi tersebut di atas dapat direalisasikan dalam suatu kenyataan, maka masing-masing individu harus senantiasa:
  1. Selalu bersih, rapi, sehat, dan kuat
  2. Berhati nurani yang bersih
  3. Memiliki semangat hidup yang tinggi
  4. Memiliki prinsip hidup yang tangguh
  5. Memiliki cita-cita yang tinggi
  6. Kreatif dan gesit dalam memanfaatkan potensi alam
  7. Berjiwa besar dan penuh optimis
  8. Mengembangkan rasa perikemanusiaan
  9. Selalu berniat baik dalam hati
  10. Menghindari sikap statis, pesimis, pasif, maupun egois
Manusia berperan sebagai mahluk individu dan mahluk sosial yang dapat dibedakan melalui hak dan kewajibannya. Namun keduanya tidak dapat dipisahkan karena manusia merupakan bagian dari masyarakat. Hubungan manusia sebagai individu dengan masyarakatnya terjalin dalam keselarasan, keserasian, dan keseimbangan. Oleh karena itu harkat dan martabat setiap individu diakui secara penuh dalam mencapai kebahagiaan bersama.
Masyarakat merupakan wadah bagi para individu untuk mengadakan interaksi sosial dan interelasi sosial. Interaksi merupakan aktivitas timbal balik antarindividu dalam suatu pergaulan hidup bersama. Interaksi dimaksud, berproses sesuai dengan perkembangan jiwa dan fisik manusia masing-masing serta sesuai dengan masanya. Pada masa bayi, mereka berinteraksi dengan keluarganya melalui berbagai kasih sayang. Ketika sudah bisa berbicara dan berjalan, interaksi mereka meningkat lebih luas lagi dengan teman-teman sebayanya melalui berbagai permainan anak-anak atau aktivitas lainnya. Proses interaksi mereka terus berlanjut sesuai dengan lingkungan dan tingkat usianya, dari mulai interaksi non formal seperti berteman dan bermasyarakat sampai interaksi formal seperti berorganisasi, dan lain-lain.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi manusia hidup bermasyarakat, yaitu:
  1. Faktor alamiah atau kodrat Tuhan
  2. Faktor saling memenuhi kebutuhan
  3. Faktor saling ketergantungan
Keberadaan semua faktor tersebut dapat diterima oleh akal sehat setiap manusia, sehingga manusia itu benar-benar bermasyarakat, sebagaimana diungkapkan oleh Ibnu Khaldun bahwa hidup bermasyarakat itu bukan hanya sekedar kodrat Tuhan melainkan juga merupakan suatu kebutuhan bagi jenis manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.
  1. Karakteristik Individu
Setiap individu mempunyai karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang dipengaruhi oleh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dibawa sejak ia lahir baik yang berhubungan dengan faktor biologis maupun sosial psikologis. Keyakinan masa lalu mengatakan bahwa kepribadian terbawa pembawaan dan lingkungan; merupakan dua faktor yang terbentuk karena dua faktor yang terpisah, masing-masing mempengaruhi kepribadian dan kemampuan individu bawaan dan lingkungan dengan caranya masing-masing. Namun setelah disadari bahwa apa yang dipikirkan dan dikerjakan oleh seseorang atau apa yang dirasakan oleh siapapun merupakan hasil dari perpaduan dari apa yang ada di antara faktor-faktor biologis yang diturunkan dan pengaruh lingkungan.
Seorang anak memulai pendidikan formalnya di tingkat TK kira-kira pada usia 4-6 tahun. Tanpa memperdulikan berapa umur anak, karakteristik pribadi dan kebiasaan-kebiasaan yang dibawa ke sekolah akhirnya terbentuk oleh pengaruh lingkungan dan hal itu tampak sebagai pengaruh penting terhadap keberhasilannya di sekolah dan masa perkembangan hidupnya di kemudian hari.
Nature dan nurture merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menjelaskan karakteristik individu dalam hal fisik, mental, dan emosional pada setiap tingkat perkembangan. Karakteristik yang berhubungan dengan perkembangan faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap, sedang karakteristik yang berkaitan dengan sosial psikologis lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Seorang bayi merupakan pertemuan antara dua garis keluarga, yaitu keluarga ayah dan ibu. Saat terjadinya pembuahan atau konsepsi kehidupan yang baru itu secara berkesinambungan dipengaruhi oleh banyak faktor lingkungan yang membantu mengembangkan potensi-potensi biologis demi terbentuknya tingkah laku manusia yang dibawa sejak lahir. Hal tersebut bisa membentuk pola karakteristik tingkah laku yang dapat mewujudkan seseorang sebagai individu yang berkarakteristik bebrbeda dengan individu-individu yang lainnya.
  1. Hakekat Keragaman dan Keseteraan Manusia
Sudah menjadi fakta social dan fakta sejarah kehidupan. Sehingga pernah muncul penindasan, perendahan, penghancuran dan penghapusan rasa atau etnis tertentu. Dalam sejarah kehidupan manusia pernah tumbuh ideology atau pemahaman bahwa orang berkulit hitam adalah berbeda, mereka lebih rendah dan dari yang berkulit putih. Contohnya di Indonesia, etnis Tionghoa memperoleh perlakuan diskriminatif, baik secara social dan politik dari suku-suku lain di Indonesia. Dan ternyata semua yang telah terjadi adalah kekeliruan, karena perlakuan merendahkan martabat orang atau bangsa lain adalah tindakan tidak masuk akal dan menyesatkan, sementara semua orang dan semua bangsa adalah sama dan sederajat.
Martin Buber (1985) menjelaskan pada pendekatan “saya-engkau” bahwa manusia menjadi memahami identitasnya ketika berhadapan dengan Tuhan sebagai Engkau, bahwa manusia itu lemah dihadapan Tuhan. Dengan kata lain, keberadaan manusia satu dengan yang lain menjadi setara, karena mereka adalah sama-sama ciptaan Tuhan. Seringkali manusia tidak mampu mentransformasikan kontradiksi di dalam dirinya bahwa dirinya adalah menjadi dirinya sendiri ketika berhadapan dengan orang lain yang sama. Kontradiksi dalam pikiran, perkataan, dan tindakan inilah yang melahirkan konflik antar orang. Seharusnya hubungan manusia dengan Tuhan yang bertujuan memulihkan jiwanya menjadi manusia utuh, menjadi sumber dan kerangka membangun hubungan antar manusia. Melalui relasi tersebut, manusia yang utuh membagi makna absolute yang tidak akan dipahami melalui diri sendiri.
Perspektif HAM yang sejalan dengan perspektif agama, merupakan dasar secara hukum, politik, social budaya, ekonomi, dan moral mengenai pernyataan bahwa pada dasarnya adalah setara dan sederajat, walau ada perbedaan di antara mereka. Dokumen HAM merupakan dasar yang diakui oleh hampir semua bangsa di dunia bahwa –tidak ada pengecualian- semua manusia adalah sama dan sederajat. Oleh karena itu segala bentukbentuk perendahan, penindasan, dan tindakan lain yang bertujuan mendeskriminasi perlu dihilangkan dan dilawan.
Dari uraian diatas secara jelas menyebutkan bahwa manusia pada hakekatnya adalah sama dan sederajat. Perbedaan secara fisik tidak dapat menjadi dasar atau legitimasi bagi munculnya tindakan yang bertujuan meniadakan keberadaan orang lain. Sebab, dengan bertindak meniadakan atau menghancurkaan orang lain, sebetulnya pada saat yang sama sedang terjadi pengingkaran terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk yang juga berharga. Justru keragaman itu menjadi penanda bahwa seharusnya dalam kehidupan bersama satu sama lain bisa saling melengkapi. Seperti mozaik yang terdiri dari banyak macam kaca dan bisa membentuk sebuah gambar yang bagus, demikian juga keragaman seharusnya saling mengisi untuk membentuk sebuah kehidupan masyarakat yang penuh keindahan dan harmoni.
  1. Macam-macam keragaman individual manusia
Berhadapan dengan peserta didik yang memiliki kecepatan belajar dan memiliki ciri-ciri kepribadian yang positif, guru mungkin akan menganggap seolah-olah tidak ada hambatan. Namun ketika berhadapan dengan peserta didik yang lambat dalam belajar atau ciri-ciri kepribadian yang negatif, adakalanya guru dibuat frustrasi. Ujung-ujungnya dia langsung saja akan menyimpulkan bahwa peserta didiklah yang salah. Peserta didik dianggap kurang rajin, bodoh, malas, kurang sungguh-sungguh dan sebagainya.
Jika saja guru tersebut dapat memahami tentang keragaman individu, belum tentu dia akan langsung menarik kesimpulan bahwa peserta didiklah yang salah. Terlebih dahulu mungkin dia akan mempelajari latar belakang sosio-psikologis peserta didiknya, sehingga akan diketahui secara akurat kenapa peserta didik itu lambat dalam belajar, selanjutnya dia berusaha untuk menemukan solusinya dan menetukan tindakan apa yang paling mungkin bisa dilakukan agar peserta didik tersebut dapat mengembangkan perilaku dan pribadinya secara optimal.
Membicarakan tentang keragaman individu secara luas dan mendalam sebetulnya sudah merupakan kajian tersendiri yaitu dalam bidang Psikologi Diferensial. Untuk kepentingan pengetahuan guru dalam memahami peserta didiknya, di bawah ini akan diuraikan dua jenis keragaman individu yaitu keragaman dalam kecakapan dan kepribadian.
  1. Keragaman Individu dalam Kecakapan
Kecakapan individu dapat dibagi dalam dua bagian yaitu kecakapan nyata (actual ability) dan kecakapan potensial (potential ability). Kecakapan nyata (actual ability) yaitu kecakapan yang diperoleh melalui belajar (achivement atau prestasi), yang dapat segera didemonstrasikan dan diuji sekarang. Misalkan, setelah selesai mengikuti proses perkuliahan (kegiatan tatap muka di kelas), pada akhir perkuliahan mahasiswa diuji oleh dosen tentang materi yang disampaikannya (tes formatif). Ketika mahasiswa mampu menjawab dengan baik tentang pertanyaan dosen, maka kemampuan tersebut merupakan atau kecakapan nyata (achievement).
Sedangkan kecakapan potensial merupakan aspek kecakapan yang masih terkandung dalam diri individu dan diperoleh dari faktor keturunan (herediter). Kecakapan potensial dapat dibagi ke dalam dua bagian yaitu kecakapan dasar umum (inteligensi atau kecerdasan) dan kecakapan dasar khusus (bakat atau aptitudes).C.P. Chaplin (1975) memberikan pengertian inteligensi sebagai kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif.
Selanjutnya, Thurstone (1938) mengemukakan teori “Primary Mental Abilities”, bahwa inteligensi merupakan penjelmaan dari kemampuan primer, yaitu : (1) kemampuan berbahasa (verbal comprehension); (2) kemampuan mengingat (memory); (3) kemampuan nalar atau berfikir (reasoning); (4) kemampuan tilikan ruangan (spatial factor); (5) kemampuan bilangan (numerical ability); (6) kemampuan menggunakan kata-kata (word fluency); dan (7) kemampuan mengamati dengan cepat dan cermat (perceptual speed).
Sementara itu, J.P. Guilford mengemukakan bahwa inteligensi dapat dilihat dari tiga kategori dasar atau “faces of intellect”, yaitu:
  1. Operasi Mental (Proses Befikir)
  • Cognition (menyimpan informasi yang lama dan menemukan informasi yang baru).
  • Memory Retention (ingatan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari).
  • Memory Recording (ingatan yang segera).
  • Divergent Production (berfikir melebar=banyak kemungkinan jawaban/ alternatif).
  • Convergent Production (berfikir memusat= hanya satu kemungkinan jawaban/alternatif).
  • Evaluation (mengambil keputusan tentang apakah suatu itu baik, akurat, atau memadai).
  1. Content (Isi yang Dipikirkan)
  • Visual (bentuk konkret atau gambaran).

  • Word Meaning (semantic).
  • Symbolic (informasi dalam bentuk lambang, kata-kata atau angka dan notasi musik).
  • Behavioral (interaksi non verbal yang diperoleh melalui penginderaan, ekspresi muka atau suara).
  1. Product (Hasil Berfikir)
  • Unit (item tunggal informasi).
  • Kelas (kelompok item yang memiliki sifat-sifat yang sama).
  • Relasi (keterkaitan antar informasi).
  • Sistem (kompleksitas bagian saling berhubungan).
  • Transformasi (perubahan, modifikasi, atau redefinisi informasi).
  • Implikasi (informasi yang merupakan saran dari informasi item lain).

Senin, 24 Oktober 2016

DESAKU DI PUNGGUNG SUMATRA

Hasil gambar untuk gambar bukit barisan di sumatera 
DESA BUKIT MELINTANG 
Saya lahir di sebuah desa yang bernama desa bukit melintang,yaitu sebuah desa di kaki bukit barisan yang biasa disebut tulang punggungnya sumatra,,sebenarnya penamaan bukit melintang ini adalah sebuah nama hasil dari musyawarah masyarakat di tempat saya,,desa ini terdiri dari 3 dusun yaitu dusun sei.durian, dusun pasir lawas dan dusun singalan.

Pasti sudah terbayang di benak kita bagaimana kondisi sebuah desa di kaki bukit, pemandangan nya masih asri dan tidak berpolusi, objek wisata nya juga banyak seperti lubuk sati, batu ajaib dan lain-lain nya..
Disebut Lubuk Sakti, pastilah ada kisah. Jika sebuah batu berukuran tidak terlalu besar kemudian dijatuhkan ke dalam lubuk dengan benang, seolah batu itu tidak sampai ke dasarnya. Sungai ini dulunya, atau sekitar 10 tahun silam, sangatlah dalam dan lebih lebar dari sekarang. Jika dulu jarang dikunjungi penduduk, tapi kini sudah menjadi tempat wisata.

Lubuk ini berukuran sekitar 10x15 meter. Seluruh tepiannya ditutupi batu-batu dinding yang berlekuk, tidak sama tinggi atau seperti berjenjang dan di bagian paling atasnya ada air terjun mini. Meski tingginya hanya sekitar 2 meter, tapi lebarnya yang hanya 1 meter membuat air yang jatuh sangat deras, menimbulkan suara keras dan buih-buih putih yang menawan.

Hasil gambar untuk objek wisata di kuok 
foto di atas merupakan objek wisata lubuk sati, yaitu salah satu sumber mata air dari bukit barisan yang berada di dusun singalan, sebenarnya objek wisata di desa ku cukup banyak tetapi cuma kurang sosialisasi nya terhadap dunia luar. dan hal yang paling menghebohkan baru-baru ini di desa saya adalah adanya sebuah batang pisang yang memiliki tandan yang sangat panjang sehingga menghebohkan orang dan memicu rasa penasaran bagi masyarakat.sekian lah cerita singkat dari desa saya..terima kasih





wisudawan STIKIP Tambusai 2016


wisudawan STIKIP Tuanku Tambusai 2016